KOPI PAHIT RASA MANIS



“KOPI PAHIT RASA MANIS”

Ketika gelap malam datang, dinginnya angin malam dengan sedikit bintang dilangit yang menerangi tempat kubersinggah. Lamunanku yang membayangkan akan kedatanganmu yang tak kunjung datang malam ini, hingga dinginnya udara pagi datang kembali dengan kabut tebal selalu setia menyabut pagi hari yang masih sama seperti hari-hari lalu. dengan secangkir kopi pahit yang menemaniku dipagi hari yang serasa sedikit manis ketika mengingat engkau dihari-hari yang telah berlalu, dan akan selalu ku tunggu kedatanganmu untuk bersinggah bukan sekedar datang dan pergi lagi agar kopi pahit ini benar-benar menjadi manis akan singgahmu di hati ini.
Di setiap langkahku yang selalu ingin tahu dimana keberadaan mu sekarang masih samakah persaanmu seperti dahulu. Langkahku terhenti karena sedikit kecemasan yang selalu dipikiranku akan dirimu yang tak kunjung datang dihari ini, masih teringat akan janjimu untuk tidak akan pergi dari persinggahan ini dan akan selalu menyeduhkan kopi kecangkir yang akan ku minum. Hingga aku ragu akan janjimu itu untuk memilih setiap jalan yang akan kutuju dengan kabut tebal yang semakin mambuatku ragu.
Dan cahaya sang mentari datang menghilangkan kabut yang selalu menyelimuti hari membuat sedikit harapan untuk tak putus asa, yang menerangi jalan mana yang akan kutuju. Tetapi ada bisikan yang tedengar olehku akan pilihan yang membuatku ragu , tetap ditempat ku berdiri dan menunggu engkau datang atau meneruskan langkahku untuk mencari dirimu yang tak kunjung datang tetapi kemana harus ku cari dirimu. Sempat terfikir dibenaku untuk melupakanmu dan mencari dunia yang baru tetapi, semakin ku coba melupakanmu semakin ku merindukanmu dipikranku hanya dirimu dan dirimu serasa berat untuk melupakan yang pernah terjadi di masa lalu.
Karena telanjur jauh langkahku untuk kembali, terlanjur jauh langkah ini untuk berhenti, sudah terlanjur jauh untuk berganti. Entah, hari esok masih samakah dengan hari-hari yang lalu atau akan berubah dengan hari yang cerah dan tak akan ada kabut tebal lagi yang selalu menyelimuti, hingga kopi pahit yang akan kau seduhkan kecangkir ini akan ku minum dan terasa manis bila disampingmu dipersinggahan sederhan ini
Akan tetap kutunggu janjimu itu. -RA-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa sih masa SMA itu disebut masa-masa yang paling terindah?

Usaha Jualan Gorengn Juga Tidak Kalah Dengan Penghasilan Pegawai Negeri

Usaha Cuci Motor Juga Menguntungkan